Posts

Showing posts from October, 2025
Image
  πŸ₯” Cara Membuat Bola-Bola Kentang Gurih dan Renyah Hai teman-teman! πŸ‘‹ Siapa nih yang suka camilan enak tapi mudah dibuat? Kali ini aku mau berbagi resep bola-bola kentang gurih yang lembut di dalam, renyah di luar, dan pastinya disukai semua orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, berikut resepnyaπŸ‘‡ πŸ§‚ Bahan-bahan yang diperlukan: 500 gram kentang (kupas, potong kecil, lalu kukus atau rebus sampai empuk) 2 sdm tepung tapioka atau maizena  2 sdm keju parut (opsional, boleh diganti bumbu lain)  1 butir telur Garam secukupnya Lada bubuk secukupnya Minyak goreng secukupnya 🍳 Langkah-Langkah Membuat: 1. Haluskan kentang yang sudah direbus hingga benar-benar lembut. 2. Tambahkan telur, tepung tapioka, keju, garam, dan lada. Aduk rata sampai adonan bisa dipulung 3. Bentuk adonan menjadi bola-bola kecil seukuran kelereng. 4. Panaskan minyak dengan api sedang. 5. Goreng bola-bola kentang hingga kuning keemasan dan matang merata. 6. Angkat, tiriskan, lalu sajikan selag...
Image
  Novel Laut Bercerita tentang perjuangan aktivisme di masa Orde Baru Indonesia, terutama sekitar tahun 1990-an menuju reformasi. Tokoh utama adalah Biru Laut Wibisana , seorang mahasiswa yang aktif dalam organisasi mahasiswa seperti Winatra dan Wirasena. Bersama teman-temannya, Laut mengadvokasi keadilan sosial, memperjuangkan kebebasan berpendapat, dan melawan berbagai kebijakan yang mereka anggap menzalimi rakyat.  Aktivisme mereka tidak mudah. Mereka harus bergerak diam-diam, menyebarkan buku-buku yang dianggap “terlarang”, mengadakan diskusi rahasia, dan menghadapi tekanan dari aparat keamanan. Saat situasi panas, Laut dan teman-temannya diculik, disiksa, dan mengalami berbagai kekejaman.  Bagian cerita lain dituturkan dari sudut pandang Asmara , adik Laut. Ia mewakili keluarga yang kehilangan, menunggu kabar, mencari jawaban untuk orang yang hilang, yang diculik dan mungkin tak pernah kembali. Perasaan kehilangan yang mendalam, mendalam, serta harapan yang teru...
Image
 Alie Ishala Samantha, seorang gadis berusia 16 tahun, menjalani hari-harinya dengan beban yang sangat berat. Lima tahun yang lalu, ibunya meninggal dalam kecelakaan, dan sejak saat itu, Alie disampaikan oleh ayah dan keempat kakaknya sebagai penyebab kematian sang ibu. Tuduhan itu memasaknya tidak lagi dianggap sebagai bagian dari keluarga. Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru menjadi sumber penderitaan: makian, kekerasan fisik, pengabaian, dan perundungan menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya. Di sekolah pun, Alie tidak pernah lepas dari perasaan dan intimidasi, hingga hatinya mulai penuh patah hati dan rasa kesepian. Meski begitu, Alie tidak menyerah pada rasa sakit batinnya. Ia masih menyimpan harapan — bahwa suatu hari keluarganya akan melihatnya bukan sebagai beban, melainkan sebagai anak yang layak dicintai dan dihargai. ending film ini pemeran utama nya meninggal, part yang paling menyebalkan dari film ini geng yang suka sama Abang aile ngebully ai...
Image
  Novel Eccedentesiast menceritakan kisah Canva Narendra , seorang remaja SMA yang tampak ceria di luar, tetapi menyimpan kesedihan dan kerinduan yang mendalam di dalam hati. Canva tinggal bersama neneknya karena kedua orang tuanya bekerja di luar negeri. Demi mendapat perhatian dan kebanggaan dari orang tuanya, ia berusaha keras meraih prestasi akademik dan menjadi sosok yang sempurna di mata semua orang. Namun di balik senyumnya, Canva memendam rasa sepi, tekanan batin, dan penyakit serius yang ia sembunyikan. Dalam perjalanannya, ia bertemu sahabat-sahabat setia dan gadis tuna netra bernama Aily yang menjadi tempatnya berbagi kasih dan harapan. Konflik semakin rumit ketika masa lalunya dengan Zayyan dan perasaan Venus terhadapnya menambah beban hidup. Hingga akhirnya, perjuangan Canva harus berakhir tragis ketika penyakitnya semakin parah dan takdir memisahkannya dari orang-orang yang ia cintai. ending dari novel tersebut Canva meninggal itu HAL PALING TERSEDIH, tapi dengan pe...
  Minggu pagi itu aku bangun lebih awal dari biasanya. Udara terasa segar, dan aku sudah bersemangat karena ingin pergi ke Car Free Day . Jalan utama di kota sedang ditutup untuk kendaraan bermotor, jadi orang-orang bebas berjalan kaki, bersepeda, atau sekadar jalan-jalan santai. Aku berangkat bersama ibuku sekitar jam enam kurang. Setelah sampai di tempat Car Free Day, ibuku memarkirkan motor di area museum. Dari sana kami mulai berjalan santai sambil melihat banyak orang yang sudah lebih dulu berolahraga dan berkumpul. Di sana saya bertemu dengan teman lama mama saya. Waktu itu saya juga sudah janjian dengan Rania dan Kak Dhiya untuk CFD bersama. Sementara saya menunggu mereka, mama saya asyik berbincang dengan temannya yang bernama Suhada. Ternyata Bu Suhada datang dari Sambas ke Pontianak, dan siang itu juga ia harus pulang kembali ke Sambas. Setelah bertemu dan ngumpul dengan Rania serta Kak Dhiya, saya pun jalan-jalan bersama mereka. Sementara itu, ibu saya ikut senam zumba ...